peduliGEREJA.com

Memberkati untuk Diberkati!

  • Home
  • Sabda
    • ilustrasi

      Kemana kita Pergi

      Kepada Hagar, malaikat Tuhan bertanya : dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu? Kalau ayat ini kita gunakan seba ...

  • Siapakah Yesus
  • Berita
  • Keluarga
  • Ulasan
    • Flywheel

      Flywheel

      Film ini penuh dengan inspirasi untuk hidup benar di hadapan Tuhan, di tengah banyaknya orang mengedepankan keuntungan dan ....

  • Media Gereja
  • Hubungi / Saran & Tanggapan

Sun08242014

Last update12:43:53 PM

Back You are here: Home Sabda Sabda Artikel Khotbah

Hidup Menghormati Hadirat-Nya

 Pengkhotbah 8:11-13

 “Even though a person sins and gets by with it hundreds of times throughout a long life, I'm still convinced that the good life is reserved for the person who fears God, who lives reverently in his presence, and that the evil person will not experience a good life. No matter how many days he lives, they'll all be as flat and colorless as a shadow—because he doesn't fear God.” (ayat 12-13 Terjemahan The Message)

Salahsatu penyebab kenapa bertambah banyak orang berbuat jahat adalah karena belum semua mereka mendapat hukuman. Misalnya soal korupsi di tanah air kita yang seolah-olah menjadi budaya karena memang belum semua koruptor dijerat dan dihukum. Hanya beberapa orang saja yang berhasil di tangkap KPK dan penegak hukum lainnya, sedangkan mungkin ribuan koruptor lainnya masih belum ketahuan dan bebas. Namun Alkitab menulis bahwa sekalipun sekarang di dunia ini orang jahat belum mendapat hukumannya tetapi nanti di neraka mereka akan menerima hukuman yang setimpal.

Melekat Kepada Tuhan

 Mazmur 91:14-16.

Dalam Mazmur pasal 91 kita menemukan dua kali kata “sungguh”. Pertama, ditulis dalam ayat 3 yang merupakan penyataan pemazmur akan pengalaman hidupnya bersama dengan Tuhan. Kedua, terdapat dalam ayat 14 yaitu pernyataan Tuhan kepada pemazmur yang berkata : “Sungguh hatinya melekat kepada-Ku..” Tuhan bisa merasakan cinta atau kasih kita kepada-Nya. Pemazmur melekat kepada Tuhan. Hal ini yang harus diperhatikan semua anak-anak Tuhan. Sebagai orang Kristen, kita tidak bisa puas dengan kerohanian kita  saat ini. Apalagi Iblis terus mengerahkan kekuatannya untuk menekan dan menjatuhkan orang-orang percaya. Untuk itu kita musti berusaha lebih dekat dan melekat kepada Tuhan.

Menang atas Kemustahilan

2 Raja-raja 4:14

Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."

Ayat di atas adalah percakapan antara nabi Elisa dengan hambanya bernama Gehazi. Sebab setiap kali Elisa bepergian ke Sunem, seorang perempuan kaya selalu menjamu mereka makan bahkan menyediakan satu kamar khusus untuk tempat mereka menginap. Melihat perbuatannya yang sangat baik itu, Elisa menyuruh Gehazi untuk bertanya apa yang diperlukan wanita itu dan keluarganya. Lalu Gehazi memberitahukan bahwa  mereka sudah tua tetapi belum mempunyai anak. Bagi manusia ini adalah perkara yang mustahil ; memperoleh anak di usia tua.

MENCARI WAJAH TUHAN

 1 Tawarikh 16:11, Mazmur 105:4

Kedua ayat ini adalah nyanyian syukur raja Daud dan sebuah ajakan untuk mencari wajah Tuhan selalu. Banyak ayat Alkitab di Perjanjian Lama menyingkapkan betapa pentingnya upaya untuk melihat wajah Allah.

Seseorang yang kita banggakan atau idolakan tentu kita ingin selalu bertemu dan melihat wajahnya. Karena itu tidak heran kalau beberapa orang muda di kamarnya seringkali tidak ada foto orang tuanya tetapi gambar idolanya ada. Namun yang paling berbahaya adalah kalau orang percaya tidak lagi mengidolakan Tuhan, tidak lagi mencari wajah Tuhan.

Mengapa wajah Tuhan menjadi sangat penting? Bilangan 6:22-27. Wajah Allah memiliki makna spiritual yang sangat istimewa. Wajah Tuhan bermakna : BERKAT! Wajah Tuhan memberikan berkat umum, berkat perlindungan, berkat kasih karunia (anugerah) dan berkat damai sejahtera. Wajah Tuhan adalah sumber berkat.

Sikap kita Menghadapi Bencana

Ayub 2:10

Ayub adalah seorang yang takut akan Tuhan dan orang sangat diberkati Tuhan dengan luar biasa. Ayub orang terkaya di kawasan Timur ; memiliki 7000 ekor kambing domba, 3000 ekor unta, 500  pasang lembu, 500 ekor keledai betina dan memiliki budak-budak dalam jumlah yang sangat besar (psl 1:3). Ayub juga seorang yang suka mempersembahkan korban. Setiap hari Ayub mempersembahkan korban bakaran untuk menguduskan anak-anaknya. Setiap hari anak-anaknya mengadakan pesta. Ayub takut kalau anak-anaknya telah berdosa dan mengutuki Allah dalam hatinya. Karena itu ia mempersembahkan korban penghapus dosa. (psl. 1:5).

Tetapi dalam waktu sekejap, Ayub jatuh melarat. Ayub mendapat bencana yang sangat mengerikan. Semua harta miliknya ludes dihantam oleh bencana alam dan serbuan orang lain. Dan anak-anak Ayub meninggal karena rumah yang mereka tinggali roboh dan menimpa mereka. Percobaan yang sangat berat menimpa Ayub. Namun Alkitab mencata bahwa dalam keadaan yang mengerikan itu, Ayub menyembah dan memuji Tuhan (psl. 1:20-22). Dalam penderitaan yang berat Ayub tidak berdosa kepada Allah. 

 

Tentang kami

peduliGEREJA.com

Tentang kami

Di tengah minimnya informasi rohani Kristen di dunia maya / internet, peduliGEREJA.com hadir menyajikan beragam artikel khotbah, pendalaman Alkitab, serta mengulas tentang multimedia gereja, dan banyak informasi penting lainnya dengan sajian ...... selanjutnya

We have 4 guests and no members online