3 hal penting yang harus dilakukan Gereja Tuhan
- Senin, 07 November 2011 12:52
- | Oleh Pdt. Marcus Rumampuk (Malang, Jawa Timur)
Menurut hemat saya, ada 3 hal penting yang harus dilakukan oleh gereja Tuhan supaya menjadi gereja Tuhan yang dewasa dan bertumbuh. Gereja Tuhan harus menjadi ;
1. Jemaat Koinonia, artinya jemaat yang bersekutu beribadah. Keluaran 23:25
Jemaat Koinonia adalah jemaat yang beribadah kepada Tuhan. Saya mengenal seorang anak Tuhan yang berhasil dalam hidupnya. Ketika wartawan bertanya tentang kunci keberhasilannya, ia menjawab bahwa kunci keberhasilannya ialah : pertama, ada di rumah bersama keluarga artinya ia mencintai keluarganya. Kedua, saya di sekolah, artinya dalam hidup ini selalu belajar dan belajar. Ketiga, selalu berada di rumah Tuhan. Tiga tempat ini sangat penting ; rumah, tempat belajar dan rumah Tuhan.
Tahun 2010 yl, dalam 52 kali hari Minggu, berapa kali anda absen ke gereja? Mari di tahun 2011 ini kita usahakan supaya minimal sekali seminggu kita harus berada di rumah Tuhan. Seorang guru tentu tidak akan meluluskan anak didiknya, kalau orang itu selalu absen. Atau seorang direktur/pimpinan perusahaan tidak senang kalau karyawannya tidak disiplin masuk kantor. Demikian juga anak-anak Tuhan yang tidak beribadah akan kekurangan berkat Tuhan.
Kita bersyukur kalau hari Minggu dijadikan hari libur nasional sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak ke gereja. Orang yang datang beribadah, memuji-menyembah dan mendengarkan Firman Tuhan pasti mendapat berkat Tuhan. Memang dalam ibadah, Tuhan disenangkan lewat pujian-penyembahan kita, tetapi Firman Tuhan juga berkata bahwa Tuhan memberkati makanan, minuman, kebutuhan bahkan segala penyakit dihalaukan dari hidup setiap orang yang beribadah.
Ketika raja Salomo mentahbiskan bait Allah, Tuhan menyampaikan 5 hal tentang rumah Allah (2 Tawarikh 7:15-16). Pertama, mata-Ku ada di tempat ini. Tuhan melihat siapa yang hadir di rumah Tuhan. Tetapi lebih dari itu, Tuhan melihat jauh ke dasar hati kita. Tuhan lihat dan tahu segala persoalan dan masalah yang sedang kita hadapi. Kedua, telinga-Ku juga ada disini. Tuhan mendengar semua pujian dan sembahan kita. Tetapi juga Tuhan mendengar seruan, doa dan pergumulan kita. Ketiga, tangan-Ku ada di bait ini. Tangan Tuhan yang kuat membela, menolong, menyembuhkan dan memberkati kita semua. Keempat, nama-Ku ada di rumah ini. Di dalam hidup kita tertulis nama Tuhan Yesus Kristus sebagai pemilik kehidupan kita. Kuasa Nama Yesus sanggup menolong kita. Kelima, hatiku ada di rumah ini. Tuhan perduli atas kehidupan kita.
Karena itu jangan pernah absen beribadah. Anak-anak Anda apakah juga aktif berbakti? Banyak gereja kehilangan anak-anak mudanya, di mana anak-anak muda tidak masuk gereja. Bahkan ada orangtua yang tidak perduli dengan kerohanian anak-anaknya. Mereka dibiarkan tidak mengikuti ibadah pemuda, sekolah minggu, dll. Perhatikan, anak-anak yang tidak takut kepada Tuhan pasti tidak tunduk dan tidak menghormati orangtuanya. Banyak orangtua mengeluarkan biaya besar supaya anak-anaknya mengikuti private-less ini-itu. Tetapi sangat sedikit orang yang serius memperhatikan iman anak-anaknya. Dewasa ini ada anak-anak yang mempunyai sifat memberontak kepada orangtua. Apa penyebabnya? Karena sebelumnya tidak dididik dengan benar di dalam Tuhan. Ada orangtua berhasil dalam pekerjaan dan bisnis tetapi anak-anak ‘hancur’, terikat dengan narkoba, jatuh dalam dosa seks bebas, dlsb. Disiplinlah anak-anakmu untuk selalu beribadah kepada Tuhan. Biarlah kita seperti Yosua berkata : “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Yosua 24:15.
2. Jemaat Diakonia, artinya jemaat yang melayani memberi/berkorban. Di warta jemaat GPdI Maranatha saya baca begitu banyak program-program pelayanan termasuk penambahan fasilitas. Tentu program pelayanan ini membutuhkan biaya. Di pelayanan saya, ada jemaat yang tidak punya talenta melayani tetapi punya talenta/keinginan yang besar untuk memberi. Mungkin anda tidak bisa memberi banyak untuk mendukung program pelayanan di gereja ini, tetapi minimal anda harus memberi persembahan dengan baik dan setia mengembalikan perpuluhan.
Saya heran dengan beberapa jemaat yang beberapa bulan sekali bisa ganti HP, isi pulsa setiap hari, makan di restoran, tetapi di gereja kolektenya hanya seribu rupiah.
Adik ipar saya pernah menelepon jam 1 dinihari. Dia mengeluh karena hidupnya susah, menderita, kurang diberkati. Saya hanya sampaikan bahwa selain beribadah dan berdoa kita harus berkorban dan memberi milik Tuhan yaitu persepuluhan. Roh Kudus mengurapi perkataan itu sehingga minggu berikutnya ia membawa perpuluhan kepada Tuhan. Setelah itu ia diberkati luar biasa. Sebelumnya kiosnya hanya berukuran 2x3m, tetapi sekarang dia punya beberapa usaha yang besar termasuk usaha restoran. Awal dia diberkati Tuhan adalah karena ia rela berkorban dan memberikan persepuluhan.
Sekarang Ibu mertua saya punya beberapa toko jam tangan yang terkenal di kota Malang. Tetapi sebelum itu, kehidupannya sangat memprihatinkan. Tetapi ketika ibu mertua saya belajar untuk memberi dan mengembalikan milik Tuhan maka ekonominya dipulihkan Tuhan.
Karena itu jadilah jemaat yang baik, yang rela berkorban dan setia mengembalikan persepuluhan. Tuhan selalu memberkati jemaat diakonia.
3. Jemaat Marturia, yaitu jemaat yang bersaksi, melayani menangkan jiwa. Banyak orang beranggapan bahwa pelayanan itu hanya di mimbar, seperti worship leader, singers, pemain musik, penari rebana, dll. Kalau lingkup pelayanan hanya sedemikian sempit, maka ke mana anak-anak Tuhan lainnya yang adalah imam-imam atau pelayan-pelayan (I Petrus 2:9). Sebenarnya yang sangat penting adalah bagaimana kita menjadi garam dan terang dunia, menjadi anak-anak Tuhan yang punya pengaruh baik di lingkungan, di pekerjaan, di kampus, di sekolah, dll. Kita menjadi surat Kristus yang terbuka.
Sebuah survey mengatakan bahwa 95 persen anak Tuhan tidak pernah dan tidak mau bersaksi. Padahal sangat besar dampaknya sekiranya satu orang bisa membawa satu orang saja kepada Kristus. Karena itu kami di Komisi Pusat Pemuda GPdI punya program bernama DMD (Domba Melahirkan Domba). Satu orang jemaat dalam satu tahun membawa satu jiwa.
Sebenarnya tidak sulit memenangkan jiwa. Saya percaya kepada Yesus hanya karena dulu ada seorang wanita yang kemudian menjadi istri saya mengajak saya ke gereja. Dulu hanya dengan “ajakan”, tetapi sekarang saya sudah menjadi hamba Tuhan, menggembalakan sebuah jemaat dan memberitakan Injil kemana-mana.
Karena itu jadilah menjadi jemaat koinonia yakni jemaat yang gemar beribadah, dan menjadi jemaat diakonia, jemaat yang rela berkorban untuk pekerjaan Tuhan serta menjadi jemaat marturia, yakni jemaat yang bukan dilayani tetapi aktif melayani Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!




