Sun05202012

Last update12:00:00 AM

Back You are here: Home Sabda Sabda Artikel Khotbah Gagal atau Berhasil

Gagal atau Berhasil

Mazmur 127:1. - Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. (“Unless the LORD builds the house, they labor in vain who build it; Unless the LORD watches guards the city, the watchman stays awake in vain)

Penulis Mazmur 127 adalah raja Salomo, seorang yang paling sukses di seluruh dunia ini. Ia memerintah selama 40 tahun di Israel, dan daerah kekuasaanya mulai dari singai Nil sampai sungai Efrat. Di samping berhasil membangun kerajaannya menjadi jaya dan makmur, Salomo telah berhasil membangun dua rumah yang megah. Satu adalah Bait Suci Tuhan yang kemudian disebut Bait Allah Salomo. Rumah Tuhan ini begitu megah dan mulia. Seluruh perabotannya dilapisi dengan emas. Rumah yang kedua adalah istana raja Salomo, yang terkenal hebat di seluruh dunia. Banyak orang datang berkunjung ke Yerusalem untuk melihat langsung kemegahan dan keindahan istana yang dibangun  Salomo.

Salomo, menurut Alkitab adalah seorang raja yang genius dan kaya raya. Tetapi dalam Mazmur 127:1, ia berkata : “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya”. Bait Suci Salomo dibangun selama 7,5 tahun oleh puluhan ribu pekerja. Tetapi Salomo mengaku bahwa sekalipun dikerjakan puluhan ribu ahli dan buruh, Rumah itu akan percuma tanpa Tuhan. Raja Salomo juga memiliki tentara yang hebat sehingga semua kerajaan di sekitar Israel takluk kepada Salomo. Tetapi Salomo bersaksi bahwa : “jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga”. Kota Yerusalem adalah kota yang megah dan pasukan berjaga-jaga di mana-mana. Tetapi Salomo menyadari bahwa kalau bukan Tuhan yang mengawal kota Yerusalem sia-sia semua pasukan tentara yang berjaga.

Dari ayat di atas kita mengetahui kunci kesuksesan raja Salomo. Kita perlu cermati dan mengikutinya agar kita tidak gagal tetapi berhasil. Kita semua tentu ingin berhasil dalam karir, profesi, ekonomi/bisnis, dalam rumah-tangga, keluarga, dll.

Ada 3 unsur yang dikemukakan Salomo dalam Mazmur 127:1 sehubungan dengan kesuksesannya :

1.    Rumah, konteks ini ialah :

-  Pribadi/keluarga/rumah tangga.

Setiap pribadi orang percaya adalah rumah rohani. Sebab Pribadi Allah berdiam di hidup setiap orang percaya. Baca I Korintus 3:16 – “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Hidup pribadi kita adalah rumah Tuhan. Rumah rohani pribadi perlu dibangun. Keluarga/rumah tangga juga adalah rumah rohani. Yosua 24:15 – “....Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Membangun keluarga yang di dalam Tuhan, bukanlah gampang. Namun kita perlu selalu membangun hubungan akrab keluarga kita dengan Tuhan. Keluarga atau rumah tangga berarti suami-istri dan anak-anak datang, harus beribadah kepada Tuhan. Ada keluarga yang berhasil secara materil tetapi kehidupan rumah tangganya kacau. Kita dianjurkan untuk mempersembahkan seluruh isi rumah kita bagi kemuliaan Nama Tuhan.  

-   Jemaat. Selaku jemaat kita adalah satu rumah besar. Karena itu Ibrani 10:25 berkata “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”. Di jemaat GPdI Maranatha ada 95 jemsel, dan belasan wadah pelayanan. Semua jemaat harus membangun dirinya dalam persekutuan jemaat. Jemaat yang benar-benar anggota keluarga Allah musti membangun hubungan persekutuan sesama jemaat. Bukan sekedar hadir di ibadah minggu tetapi harus mau membangun rumah rohaninya sebagai warga gereja. Karena itu salah besar apabila ada seseorang ke gereja hanya seperti mengunjungi restoran. Dilihat nyanyiannya atau musiknya bagus dan khotbahnya lucu, dia gembira, lalu kolektenya besar. Tetapi waktu dia rasa kurang puas, tidak dilayani, ia pindah ke gereja lain. Gereja bukanlah restoran tetapi persekutuan orang percaya. Kita harus membangun rumah rohani kita menjadi bagian dari jemaat, bagian dari gereja. Hari ibadah bukan menjadi beban tetapi hari yang istimewa dan penuh berkat. Mazmur 122:1 – Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." Kita perlu terus membangun rumah rohani dalam jemaat dengan setia dan rajin.

-   Ekonomi. Rumah tidak terlepas dari ekonomi. Tuhan berjanji memulihkan ekonomi anak-anak Tuhan. Kenapa terkadang ekonomi kita sulit? Hagai 1:9 – “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri”. Terkadang kita mengharapkan banyak tetapi penghasilan sedikit. Atau kita terima banyak tetapi sampai di rumah habis membayar tagihan. Kenapa? Karena Tuhan menghembuskan berkat-berkat tersebut, sebab rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan sedangkan kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. Jadi kalau kita ingin membangun ekonomi rumah kita maka harus selalu berikan prioritas untuk Rumah Tuhan. Kalau kita memberikan prioritas kepada rumah Tuhan maka berkat akan Tuhan berikan. Hagai 2:20. Dan jangan lupa Maleakhi 3:10, apabila anda laksanakan maka Tuhan akan pulihkan ekonomi rumah Anda.

2.    Membangun. Membangun berarti :

-  Bekerja. Kita harus bekerja, harus ada usaha. Tetapi bekerja di dalam Tuhan tidak bisa dengan perbantahan dan sungut-sungut. Filipi 2:14 – “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan”. Bersungut adalah tindakan yang Tuhan benci. Anak Tuhan diajar selalu untuk bersyukur. I Tesalonika 5:18. Situasi kondisi sering membuat kita berungut-sungut tetapi orang percaya harus melakukan segala sesuatu dengan bersyukur.

-   Biaya. Membangun berarti ongkos. Hidup ini adalah biaya, tidak ada yang free. Ke gereja saja butuh ongkos. Tetapi Paulus berkata “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus”. Filipi 4:19. Kalau Tuhan bisa berkati berlimpah anak-anak Tuhan di tempat lain maka Tuhan juga berkuasa untuk memberkati anak-anak Tuhan di tempat ini. Karena itu selalu muliakan Yesus maka Allah akan memberikan biaya-biaya yang Anda perlukan.

-   Berdoa. Membangun perlu berdoa. Sebab Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Efesus 3:20). Kalau kita berdoa, maka Tuhan bisa memberikan lebih dari apa yang kita minta. Waktu doa kita, kalau hanya untuk minta, cukup sepuluh menit, namun doa harus didominasi oleh syukur dan penyembahan kepada Tuhan. Karena itu dalam doa lebih banyaklah menyembah Tuhan, mengucap syukur kepada Tuhan, sebab Tuhan sanggup memberikan lebih dari apa yang kita harapkan dan pikirkan.

3.    Tuhan. Tuhan adalah kunci semua keberhasilan. Ulangan 28:8 “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu”. Kalau Anda membangun sesuai dengan Firman Tuhan, maka berkat bukan lagi diminta tetapi Tuhan perintahkan ke atasmu di dalam segala usahamu.

Dalam membangun, Tuhan harus kita prioritaskan selalu, di atas segala aktivitas kita, di atas segala-galanya. God Bless You!

 

Buat Komentar Anda


 

Tentang kami

peduliGEREJA.com

Tentang kami

Di tengah minimnya informasi rohani Kristen di dunia maya / internet, peduliGEREJA.com hadir menyajikan beragam artikel khotbah, pendalaman Alkitab, serta mengulas tentang multimedia gereja, dan banyak informasi penting lainnya dengan sajian ...... selanjutnya