Sun05202012

Last update12:00:00 AM

Back You are here: Home Sabda Sabda Inspirasi Kualifikasi Hamba Tuhan

Kualifikasi Hamba Tuhan

Lapangan pekerjaan di Dunia sekarang menuntut pekerja dengan syarat-syarat yang cenderung semakin berat, baik syarat pendidikan maupun pengalaman. Para pelamar pekerjaan sering harus berhadapan dengan berbagai wawancara dan test.

Para pekerja dalam bendang Tuhan juga dituntut suatu persyaratan karakter, reputasi, integritas dan kredibilitas; bahkan juga kapabilitas. Rasanya sulit untuk lolos dalam test ini. Tetapi nampaknya Allah sebagai Tuhan dan majikan, memberikan kesempatan persyaratan ini dipenuhi dalam proses pelayanan dari para hamba Tuhan. Sebagaimana juga jangkauan rasul Paulus “Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku” (II Tim 4:17).

Para Hamba Tuhan harus selalu melakukan “check up” apakah persyaratan ini masih secara lengkap dapat dipenuhi. Tetapi ada hal-hal yang sangat prinsip yang bagaimanapun harus dimiliki oleh para hamba Tuhan, para pelayan Kristus.

PERTAMA “Fakta Kredibilitas” , dalam II Kor 4:1-2 kita melihat unsur vital ini. “Demikian hendaknya orang memandang kami sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah, yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai”.

Unsur primer bagi seorang hamba Tuhan bukanlah latar belakang pengalaman, pendidikan dan keterampilan, tetapi apakah ia dipercayakan oleh Tuhan atau tidak.

Faktor suatu kepercayaan dalam suatu pekerjaan sangat penting, ini akan berdampak pada posisi dan upah. adanya kepercayaan majikan, maka seorang pekerja dapat meraih kedudukan dan penghasilan yang baik .

Prinsip Alkitabiah ini adalah kunci kesuksesan seorang hamba Kristus. Allah hanya dapat memakai orang yang dipercayainya.

KEDUA “Faktor Bekerja Keras”, Timotius sebagai hamba Tuhan dilukiskan oleh rasul Paulus sebagai seorang prajurit yang disiplin (II Tim 2:4), sebagai olahragawan yang sportif, taat kepada peraturan (II Tim 2:5). Dan sebagai petani yang Bekerja Keras yang pertama yang menikmati hasil usahanya.

Dengan lain kata Allah memberi kesempatan pada para hamba Tuhan menikmati berkat dari pelayanannya apabila ia bekerja keras. Allah membenci pekerja-pekerja yang pemalas tetapi sebaliknya Ia memberkati hamba-hamba Tuhan yang rajin dan bekerja keras ( I Tes 5:12).

Apabila seorang hamba Tuhan dipercayakan oleh Tuhan dan ia setia, ia akan dipercayakan pelayanan yang selalu semakin meningkat. Apabila seorang hamba Tuhan bekerja keras, upahnya atau berkatnya akan juga semakin lancar dan bertambah.

Buat Komentar Anda


 

Tentang kami

peduliGEREJA.com

Tentang kami

Di tengah minimnya informasi rohani Kristen di dunia maya / internet, peduliGEREJA.com hadir menyajikan beragam artikel khotbah, pendalaman Alkitab, serta mengulas tentang multimedia gereja, dan banyak informasi penting lainnya dengan sajian ...... selanjutnya