Bulan
- Selasa, 08 November 2011 12:57
- | Oleh Pdt. Dr. M.D. Wakkary (Ketua Umum PGPI)
Kalender internasional menggunakan sistem tahun yang berintikan perhitungan bulan mengelilingi matahari. Namun ada beberapa tahun yang menganut sistem bulan, antara lain Yahudi, Hijrah dan Imlek yang beberapa hari lalu dirayakan oleh orang-orang Tionghoa.
Alkitab menjelaskan bahwa ada 2 fungsi utama dari bulan, matahari dan bintang-bintang :
1. Penunjuk waktu di dunia.
Mazmur 104:19 “Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya.” Allah yang menentukan bulan menjadi penentu waktu. Jadi tidak salah kalau ada orang yang mengatur waktu dengan sistem bulan. Sebab salah satu fungsi dari bulan dan matahari adalah mengatur waktu. Matahari terbit pagi hari, terbenam sore hari menjadi perhitungan hari. Jadi matahari, bulan, bintang ditentukan Allah menjadi penentu waktu di dunia ini.
2. Penerang bumi. Kejadian 1:14-18.
Pada awal penciptaan, Tuhan terlebih dulu menciptakan terang. Sebab gelap dikalahkan oleh terang. Kegelapan adalah tempat Iblis bergerilya. Bd Kejadian 1:2. Matahari, bulan, bintang-bintang menjadi benda-benda penerang untuk menerangi siang dan malam. Manusia sangat memerlukan terang.
Yeremia 31:35. Bulan, matahari dan bintang-bintang diberikan Allah kepada semua manusia yang mendiami bumi. Segala yang diciptakan Allah adalah untuk menfasilitasi manusia. Manusia adalah ciptaan yang termegah, termulia, terunik, dan ”ter-ter” lainnya. Karena itu kalau kita melihat bulan, melihat matahari, juga ciptaan lainnya, maka kita harus bersyukur sebab semuanya itu dikhususkan buat kita.
Zaman dulu manusia tidak mengetahui tentang tata surya, tentang letaknya bumi, matahari dan bulan. Bahkan dulu manusia mengira bahwa bentuk bumi ini datar. Tetapi di zaman teknologi ini kita mengetahui bahwa bumi ini bulat, dan bahwa bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi bumi. Tentu semuanya ini Tuhan yang mengatur dan yang memegang kendali. Itu sebabnya pada zaman Yosua (Yosua 10:12-13) Tuhan membuktikan kedaulatan dan kekuasaanNya dengan memperlambat matahari terbenam selama satu hari penuh. Hanya satu kali dalam sejarah planet bumi ini terjadi siang hari selama 24 jam. Tidak ada ilmuwan dunia ini yang bisa menganalisa peristiwa menakjubkan itu. Tuhan membuktikan bahwa bulan, bintang, matahari berada dibawah kuasaNya. Sekarang juga kita memperhatikan bahwa iklim dan cuaca yang berubah-ubah, yang tidak menentu. Tentu semuanya ini sepengetahuan Tuhan.
Walaupun begitu hebatnya fungsi matahari dan bulan, namun Tuhan melarang untuk menyembahnya. Ulangan 4:19, 17:3. Matahari, bulan dan bintang diberikan kepada manusia di bumi dan tidak boleh disembah. Orang Kristen jangan terjebak dengan penyembahan kepada ciptaan Tuhan. Kita menyembah Penciptanya bukan ciptaanNya. Namun demikian ada bangsa yang mendewakan matahari, yang mengidolakan bintang-bintang, yang menyembah pohon-pohon, yang menyembah binatang, dlsb. Bukan matahari, bulan, bintang yang menentukan nasib kita. Tuhan yang menjamin dan memberkati masa depan orang yang sungguh-sungguh menyembah Dia.
Bulan, matahari dan bintang-bintang terbatas fungsinya. Baca Markus 24:29-31. Sebelum atau bertepatan dengan kedatangan Yesus sebagai Anak Manusia di awan-awan, akan terjadi dimana matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang berjatuhan. Jadi matahari dan bulan dan bintang-bintang tidak berfungsi lagi. Bahkan nabi Yoel menubuatkan bahwa sebelum Yesus datang kembali matari berubah menjadi gelap gulita, dan bulan akan menjadi darah. Berarti waktu akan berakhir sebab yang mengaturnya sudah lenyap. Kisah P.R 2:20. Bd. Matius 24:35. Sebab semua yang ada di bumi dan di langit akan akan lenyap. Tidak ada satupun yang permanen di bumi ini.
Penerang Abadi
Yesaya 60:19-20. Matahari dan bulan bisa memberikan terang kepada kita walaupun fungsinya terbatas. Tetapi terang yang dipancarkan bulan, matahari dan bintang-bintang hanyalah menjangkau fisik alam kita. Matahari dan bulan tidak bisa menembus kegelapan rohani di dunia ini. Matahari dan bulan yang besar tidak bisa menerangi dunia yang makin gelap oleh karena dosa. Bd Yesaya 60:1-2. Tetapi Penerang Abadi yang menciptakan langit dan bumi mampu menerangi sampai ke sumsum, sampai ke tulang, sampai ke hati, dan pikiran manusia. Penerang Abadi itu adalah Yesus. Yohanes 8:12. Sekarang dunia gelap gulita karena dosa. Karena itu kita perlukan Yesus sebagai Penerang bagi rohani, bagi pikiran, bagi hati, bagi watak, bagi karakter kita. Tuhan mampu menerangi semua kegelapan-kegelapan dunia ini. Kita bersyukur kalau setiap pagi kita bisa meniup udara yang segar dan melihat mentari pagi yang indah. Tetapi yang lebih kita butuhkan dan gumuli adalah Terang Permanen, Terang Tuhan Yesus Kristus. Puji Tuhan!




