Sun05202012

Last update12:00:00 AM

Back You are here: Home Siapakah Yesus Siapakah Yesus Kelahiran-Nya Anak Manusia, Anak Allah

Anak Manusia, Anak Allah

 LUKAS 3:23-38

Dalam ayat-ayat diuraikan tentang silsilah Yesus sebagai anak manusia. Silsilah yang sama juga dicatat dalam Matius 1:1-17. Alkitab mencatat dengan rinci nama-nama masuk dalam silsilah Tuhan Yesus dengan kurun waktu sekitar 4000 tahun.

 

 

Yang sangat menarik dalam silsilah Tuhan Yesus terdapat dalam Matius 3:38 dan menjadi topik pemberitaan Firman Tuhan ini yaitu bahwa Yesus adalah turunan Adam (manusia) dan yang paling puncak adalah Yesus adalah anak Allah.

I Timotius 3:16 “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."  

Rahasia ibadah (the mystery of godliness) kita adalah Allah yang menyatakan dirinya dalam rupa manusia. Allah sendiri tidak bisa dilihat oleh manusia. Seandainya Allah turun dan menampakkan diri kepada kita, semua kita akan mati, sebab tidak tahan akan kemuliaan Tuhan. Musa pernah melihat Allah dari antara celah-celah gunung batu. Namun yang berhasil dilihat Musa hanyalah punggung Allah. Dan ketika Musa turun menemui orang Israel, bangsa itu ketakutan sebab wajah Musa bersinar penuh dengan kemuliaan Tuhan. Maka untuk mendekati manusia Allah menjadi manusia dalam pribadi Yesus. Banyak orang yang tidak mengerti hal ini yaitu Tuhan menjadi manusia. Tetapi kita musti percaya kepada Allah yang menjadi manusia di dalam Yesus.

Kenapa Yesus harus dilahirkan sebagai manusia? Bukankah dengan kedaulatan dan otoritas Allahinya Tuhan bisa mengendalikan semua alam semesta ini termasuk manusia?  Alasannya adalah :

-   Darah. Ibrani 9:22 “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Selama 1500 tahun zaman Torat yaitu mulai dari zaman Musa sampai zaman Yesus, selalu ada penumpahan darah untuk pengampunan dosa. Dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ini sebuah kebenaran dan hukum Tuhan. Karena itu Tuhan mengirim putraNya yang tunggal yaitu Yesus untuk mati dan darahNya tertumpah di kayu salib. Sebagai Tuhan, Allah tidak mungkin bisa menumpahkan darah sebab Allah tidak punya daging dan darah. (Bd 1 Korintus 15:50). Darah dan daging tidak mendapat bagian dalam Kerajan Sorga. Jadi kalau Tuhan mau menumpahkan darah harus mempunyai tubuh dan daging manusia. Hanya dengan penumpahan darah Yesus semua dosa manusia disucikan. Pada waktu Musa, darah binatang hanya bisa menutup dosa selama satu tahun. Tahun berikutnya para imam harus mencurahkan darah binatang lagi. Tetapi sekarang Allah menebus dosa semua manusia dengan darahNya sendiri satu kali untuk selamanya.

Jadi hari Natal mengingatkan kita bahwa Yesus menjadi manusia. Menjadi manusia Yesus harus melalui proses kelahiran. Dibesarkan dalam keluarga Yusuf dan Maria. Setelah berumur 30 tahun, Yesus menjalani fungsi pelayanan, kemudian disalibkan di Golgotha, darahnya tertumpah. Itulah kenapa Allah menjadi manusia. Kalau tidak menjadi manusia tidak ada penumpahan darah. DarahNya itulah yang dipersembahkan kepada Bapa, dan sejak itu semua dosa manusia di seluruh dunia diampuni, yaitu kepada siapa saja yang percaya kepadaNya. Zaman ini disebut zaman anugrah. Menurut perkiraan, pada zaman Yesus terdapat kurang lebih 100 juta penduduk planet bumi ini. Sekarang penduduk bumi ditaksir mencapai 7 milyar jiwa. Darah Yesus menebus dosa 100 juta orang penduduk bumi waktu itu bahkan terus sampai sekarang yang milyaran jumlahnya. Syarat untuk menerima penebusan Allah adalah percaya kepada Yesus.

Ibrani 9:27-28. Yesus menjadi manusia sebab manusia yang bisa mati. Sebagai anak Allah Yesus tidak mungkin bisa mati. Allah itu kekal, tidak ada batas waktunya. Karena itu kalau Dia mau mati harus menjadi manusia. Sebab setiap manusia, suatu kali harus mati. Yesus juga mati tetapi hanya 3 hari. Kenapa hanya tiga hari? Karena Dia Anak Allah. Dia bangkit dan kembali ke surga.

-   Kelemahan. Ibrani 4:15-16. Setiap manusia punya kelemahan-kelemahan ; bisa lemah karena serangan penyakit, ditimpa percobaan, stress karena masalah berat, dllsb. Untuk itulah Yesus menjadi manusia. Yesus pernah sama seperti kita. Yesus pernah mengalami kesakitan, kelaparan, dlsb, bedanya dengan kita adalah Yesus tidak berbuat dosa. Namun Yesus mengetahui kelemahan-kelemahan kita. Bahkan Yesus pernah mengalami kesulitan keuangan, dimana Petrus harus mengambil uang dari mulut ikan untuk membayar bea Bait Allah. Karena Yesus pernah merasakan kelemahan kita maka Yesus tahu keadaan kita, Dia perduli kepada kita dan Dia mampu menolong kita.

Sebab itu jangan takut menghampiri Tuhan. Datanglah dengan iman sebab pertolongan Tuhan kita terima dengan iman. Karena itu kita beruntung punya Yesus yang tahu kelemahan-kelemahan kita.

 

YESUS, ANAK ALLAH

Kenapa kita musti yakini bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Markus 1:1 “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.”  Injil yang kita dengar sekarang adalah Injil Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Allah itu mahakuasa, mahahadir, mahatahu, mahakasih. Markus menulis bahwa Yesus bukan saja manusia atau hamba atau nabi besar tetapi Yesus adalah anak Allah.

Roma 1:4 “dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.” Yesus bukan hanya mati tetapi juga bangkit. Yesus mati karena ia adalah anak manusia, tetapi Yesus bangkit karena ia adalah anak Allah. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia bukan hanya Anak Manusia tetapi juga Anak Allah. Karena Dia Anak Allah maka kematian hanya bisa menahan Yesus tiga hari. Setelah itu Dia bangkit untuk membuktikan bahwa Ia juga adalah Anak Allah.

I Yohanes 3:8 “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Yesus mengalahkan Iblis karena Dia Anak Allah. Jadi jangan takut kepada Iblis karena Iblis sudah dikalahkan melalui kematian dan kebangkitanNya. Yesus sebagai Anak Allah telah mengalahkan semua karya dan perbuatan Iblis.  Karena itu jangan takut, Iblis sudah dikalahkan oleh Yesus. Tuhan memberkati!

Buat Komentar Anda


 

Tentang kami

peduliGEREJA.com

Tentang kami

Di tengah minimnya informasi rohani Kristen di dunia maya / internet, peduliGEREJA.com hadir menyajikan beragam artikel khotbah, pendalaman Alkitab, serta mengulas tentang multimedia gereja, dan banyak informasi penting lainnya dengan sajian ...... selanjutnya