Bintang Timur
- Rabu, 21 Desember 2011 07:34
- | Oleh Pdt. M.D. Wakkary
Matius 2:1-3
Ketika Yesus lahir di Bethlehem, sebuah bintang yang berbeda dari yang lain muncul di timur. Saya percaya, bintang ini adalah sebuah bintang yang khusus yang tidak sama dengan bintang yang sering kita lihat. Siapakah bintang timur itu ? Wahyu 22:16 menulis : "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." Dalam ayat ini, dengan jelas Yesus mengaku bahwa Dia adalah bintang timur yang gilang gemilang (Bright Morning Star). Yesus adalah bintang fajar yang terang benderang. Disebut bintang fajar karena terbit pada hari masih gelap subuh. Yesus adalah bintang timur yang gilang-gemilang atau terang benderang. Dalam Yohanes 8:12, Yesus juga berkata : Akulah terang dunia.
Dalam Wahyu 22:16 dikatakan bahwa Yesus adalah tunas Daud. Daud adalah raja Israel. Bintang timur itu yaitu Yesus adalah Raja. Munculnya bintang di timur, menandakan seorang raja telah lahir.
Dalam Perjanjian Lama juga ada disebut bintang fajar. Ayub 38:7 “pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?”. Ayub pasal 38 berbicara tentang penciptaan langit dan bumi. Dalam ayat 7 kita mengetahui bahwa selain dari Yesus, ada bintang fajar yang lain. Dulu ada bintang-bintang fajar di sorga, yang menyanyi bersama, memuji Allah yang mahatinggi. Siapakah bintang fajar yang dicatat dalam kitab Ayub? Yesaya 14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar (Bhs Inggris = O Lucifer, son of the morning), engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!” Bintang fajar yang ditulis dalam kitab Ayub adalah Lusifer yaitu setan yang dijatuhkan dari sorga ke bumi, karena ia memberontak kepada Tuhan. Baca Yesaya 14:13-14. Lusifer adalah bintang timur yang sombong. Ia tadinya hebat sekali di sorga, tetapi ia sombong, angkuh, dan ingin melebihi Allah. Ada 5 kata 'aku' dalam Yesaya 14:13-14, yang menunjukkan kesombongan Iblis. Tetapi puji Tuhan, Iblis telah dikalahkan oleh bintang fajar yang lebih hebat, yakni Bintang Fajar yang gilang-gemilang yaitu Yesus. Lima keakuan dari Lusifer telah dikalahkan dan dihancurkan oleh lima luka Yesus di Golgota. Sekarang tinggal Yesus satu-satunya Bintang Fajar.
Bintang itu menuntun orang-orang majus kepada bayi Yesus. Kalau bintang timur di langit itu adalah Yesus, bagaimana mungkin Ia menuntun kepada bayi Yesus. Kita percaya bahwa Allah kita adalah satu tetapi wujudnya dalam tiga pribadi ; Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Jadi Bapa, Yesus dan Roh Kudus selalu satu. Dan semua wujud Allah bisa kita lihat di dalam Yesus. Allah Bapa tidak bisa kita lihat, Roh Kudus juga tidak bisa kita lihat, tetapi dua pribadi ini bisa kita lihat di dalam pribadi Yesus. Sebab Bapa ada dalam Yesus, Roh Kudus juga ada dalam Yesus. Baca Kolose 2:9 “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan”. Juga dalam Kolose 1:19. Karena itu, kalau kita terima Yesus, berarti kita terima Allah, kita terima Roh Kudus.
Matius 2:9 “...bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.” Bintang timur selalu membawa orang kepada Yesus. Berarti bintang timur itu juga adalah Roh Kudus. Sebab Yohanes 16:13 mencatat bahwa Penghibur yaitu Roh Kudus memimpin kita kepada seluruh kebenaran. Yesus adalah Kebenaran (Yohanes 14:6). Karena itu kita selalu memerlukan pimpinan Roh Kudus. Pertama-tama, Roh Kudus memimpin kita untuk percaya kepada Yesus. Tidak ada seorang pun yang percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan tanpa peran Roh Kudus (1 Korintus 12:3). Kemudian setelah percaya, kita minta kepenuhan Roh Kudus dengan bukti berbahasa lidah. Jadi, sekarang bintang timur itu bertugas memimpin kita kepada segala kebenaran.
Setelah bertemu dengan Yesus, orang majus :
1. Bersukacita. Matius 2:10 “Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.” Waktu bintang itu menuntun orang majus kepada bayi Yesus, mereka sangat bersukacita. Inilah ciri orang yang bertemu dan percaya kepada Yesus yaitu bersukacita. Ketika Roh Kudus memimpin kita kepada Yesus dan menerima keselamatan di dalam Yesus hati kita penuh sukacita. Sebab di dalam Yesus semua dosa kita diampuni dan kita beroleh keselamatan. Keselamatan yang kita terima membuat kita sangat bersukacita. Kita bersukacita memuji Tuhan, bersukacita beribadah dan bersukacita berkorban. Bd. Mazmur 100:2, Mazmur 122:1.
2. Sujud menyembah. Matius 2:11 “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia...” Sujud menyembah adalah tanda menghormati Tuhan dengan khidmat, dan meredahkan diri. Hormatilah Yesus dan bersyukur kepadaNya untuk apa yang Tuhan sudah kerjakan bagi kita.
3. Mempersembahkan hal-hal berharga. Matius 2:11 “...Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” Di samping kita bersukacita dan menghormati Tuhan, juga penting sekali kita mempersembahkan sesuatu yang sangat berharga kepada Tuhan. Berikut persembahan orang-orang majus ;
- Emas. Sejak dahulu, emas adalah logam yang sangat berharga. Artinya berikanlah persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Dalam Perjanjian Lama kita baca bahwa semua persembahan kepada Tuhan haruslah yang terbaik ; tepung yang terbaik, hasil bungaran yang terbaik (Kel. 23:19), dlsb.
- Kemenyan. Kemenyan adalah rempah yang mahal harganya. Getah kemenyan yang terbaik, kalau dibakar akan menghasilkan asap putih dan wangi yang luar biasa. Berikanlah persembahan yang harum, dimana orang lain bisa merasakan dan menikmatinya. Kemenyan juga mempunyai arti rohani dari doa dan penyembahan yang dinaikkan kepada Tuhan.
- Mur. Mur adalah getah yang digunakan untuk parfum atau minyak wangi. Mur adalah satu rempah yang mahal sekali harganya. Mur berbicara dari tubuh kita. Sebab zaman dulu orang mati dibalsem dengan mur. Persembahkan tubuhmu menjadi persembahan yang harum dan berkenan di hadapan Tuhan.
Dalam Natal ini kita koreksi diri kita, apa yang sudah kita persembahkan untuk Tuhan.
Jadi, bintang timur itu adalah Yesus. Dan kita selalu memohon supaya Yesus menuntun kita selamanya. Undang dan utamakan Yesus selalu. Berikan persembahan yang terbaik untuk Yesus. Di dalam Yesus ada seluruh kepenuhan Allah yang memberkati kita secara komplit. Tuhan memberkati seluruh Jemaat pada hari-hari Natal ini.




