Sun05202012

Last update12:00:00 AM

Back You are here: Home Siapakah Yesus Siapakah Yesus Kematian-Nya Darah yang Berbicara Lebih Baik

Darah yang Berbicara Lebih Baik

 Efesus 1:3-7

“Terpujilah Allah (Blessed be the God) dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani (spiritual blessings) di dalam sorga.” 

Di dalam Yesus, Tuhan telah mengaruniakan segala berkat kepada kita. Karena itu kita bukan mencari-cari berkat lagi, sebab Tuhan sudah memberikannya.

Berkat yang terutama bukanlah berkat jasmani melainkan berkat-berkat rohani. Bisa saja anda kaya secara jasmani tetapi apakah anda juga kaya secara rohani? Puji Tuhan, Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan sudah memberkati kita dengan setiap berkat rohani. Berkat itu ada yang sudah kita alami, tetapi ada juga masih tersimpan di dalam sorga. (1 Petrus 1:4).

Ada dua jenis orang Kristen, yaitu Kristen Marta dan Kristen Maria. Sama-sama dengan Yesus, tetapi yang satu melayani perkara jasmani dan satu lagi dilayani Yesus dengan perkara rohani. Baca Markus 10:45, Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. Dalam hidup ini kita seringkali menyibukkan diri dengan banyak hal, dengan alasan ingin melayani Tuhan. Tetapi yang terutama adalah kejarlah berkat-berkat rohani yang Tuhan sediakan bagi kita.

Ayat 4 - “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan..” Firman Tuhan berkata bahwa banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Kita  jangan hanya dipanggil tetapi harus dipilih. Tuhan sedang mencari yang minoritas, yaitu yang berkualitas. Dalam Kisah PR 6 kita baca bahwa menjadi penatua jemaat saja dipilih, yaitu memiliki sikap terpuji, penuh Roh dan hikmat. Jadilah orang Kristen pilihan. 

Ayat 4 - “....supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Dalam Alkitab bahasa Inggris, kalimat ini disertakan dengan kalimat “without blame before him in love” (dengan kasih). Kalau kita mau sempurna tanpa cacat cela di hadapan Tuhan, maka kita harus memiliki kasih. Dulu saya sangat marah kalau ada orang yang menjelek-jelekkan saya. Tetapi setelah mengetahui Firman Tuhan , saya berubah. Orang mau mengatai saya, mau mengkritik saya atau mau marah sama saya, silahkan. Kita harus hadapi mereka dengan kasih, bukan dengan amarah. 

Baru-baru ini ada satu keluarga jemaat ingin pindah ke gereja lain. Suami, istri serta lima anak-anaknya termasuk jemaat lama. Sejak sekolah minggu mereka sudah berjemaat di Cianjur. Saya yang baptis, sampai menikah, diberkati dengan 5 orang anak. Ketika saya mengetahui mereka mau pindah, hati saya sedih. Sebab memenangkan jiwa itu tidak gampang. Saya kirim dua orang ibu membezuk untuk mengetahui apa permasalahannya. Ternyata ia hanya kecewa kepada dua orang majelis jemaat. Lalu saya berdoa kepada Tuhan. Dan dengan kasih, ketika mereka ulangtahun saya kirimin kue. Dan tidak lama sesudah itu, ketika ulang tahun saya mereka sekeluarga datang beribadah sampai sekarang. Untuk menjadi sempurna dan melihat pemulihan Tuhan kita harus memiliki kasih.

Ayat 5 - “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Kita tidak bisa mengatur Tuhan. Segala sesuatu adalah menurut kehendak dan kerelaan Tuhan. Siapa yang bisa protes kalau Paulus seorang bekas pembunuh menjadi rasul. Siapa yang bisa protes, Simon Petrus yang pernah mengkhianati Yesus menjadi rasul yang hebat, di mana bayangannya saja bisa menyembuhkan orang. Karena itu, kalau anda merasa sesuatu, saudara tidak akan jadi sesuatu. Tetapi kalau anda merasa bukan sesuatu di depan Pencipta Segala sesuatu maka Anda akan menjadi sesuatu.

Ayat 6 - “supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.” Kita diselamatkan, dibenarkan hanya karena anugerah atau kasih karunia. Anugerah adalah sesuatu yang sangat berharga yang diberikan kepada kita tanpa kita minta. Namun seringkali kita diperdaya oleh Iblis yang berkata bahwa kita masih penuh dengan dosa dan tidak berlayak di hadapan Tuhan. Padahal dengan anugerahNya, Tuhan sudah menebus dan melayakkan kita di hadapanNya.  Anugerah Tuhan membawa kita dekat kepada Yesus.  Segala sesuatu dalam hidup kita ini adalah anugerah Tuhan.

Ayat 7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya”. Perjamuan Kudus mengingatkan kita akan tubuh dan darah Yesus yang dikorbankan di Golgota supaya kita terselamatkan. Perjamuan Kudus dilakukan sampai Tuhan kembali supaya kita terus mengingat korban Yesus dan pengampunan yang Tuhan berikan kepada kita. 

Alkitab mencatat begitu banyak manfaat darah Yesus bagi kita. Tetapi beberapa saja yang kutip, yaitu :

Roma 3:25 -  “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.” Oleh darah Yesus, Tuhan melupakan seluruh dosa-dosa kita di masa yang lampau. Karena itu jangan suka mengingat-ingat kesalahan yang dahulu, sebab itu sudah diampuni Tuhan.

Roma 5:8-9 – “....Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Keselamatan yang dikerjakan oleh darah Yesus adalah pasti, bukan semoga atau mudah-mudahan. Kalau kita percaya kepada Yesus, kita pasti masuk sorga.

Ibrani 12:23-24 “...dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat (better things) dari pada darah Habel.” Dalam kitab Kejadian kita membaca bahwa darah Habel yang dibunuh oleh Kain berteriak kepada Tuhan. Yesus juga pernah berkata kepada orang-orang Yahudi bahwa mereka akan menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel sampai kepada Zakharia bin Berekhya (Matius 23:35). Bahkan dalam kitab Wahyu kita baca bahwa orang-orang yang mati syahid menuntut pembalasan orang-orang yang membunuh mereka (Wahyu 6:10).

Jadi darah Habel sampai Zakharia, sampai mereka yang mati syahid menuntut pembalasan. Tetapi dalam Ibrani 12:24 kita membaca bahwa darah Yesus berbicara lebih baik (better things). Di atas salib Yesus berkata ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Yesus tidak pernah dendam dan minta pembalasan, melainkan pengampunan. Karena itu setiap kali kita memperingati korban Yesus di kayu salib melalui Perjamuan Kudus, kita diingatkan tentang kasih dan pengampunan.

Karena itu jangan pernah mundur karena sakit hati. Kalau anda masih sakit hati berarti anda masih duniawi. Tetapi kalau anda mengampuni orang yang bersalah, Anda sama seperti Tuhan, Bapa kita. Tuhan Yesus memberkati!

 

Buat Komentar Anda


 

Tentang kami

peduliGEREJA.com

Tentang kami

Di tengah minimnya informasi rohani Kristen di dunia maya / internet, peduliGEREJA.com hadir menyajikan beragam artikel khotbah, pendalaman Alkitab, serta mengulas tentang multimedia gereja, dan banyak informasi penting lainnya dengan sajian ...... selanjutnya