Yesus Kagum Terhadap Iman
- Rabu, 09 November 2011 21:43
- | Oleh Pdt. Yohanes Bale (Jakarta)
Matius 8:5-10,13
Keberhasilan dalam bisnis, pendidikan, rumah tangga adalah sesuatu yang dicari-cari dan diagungkan banyak orang. Tetapi Tuhan tidak bangga dengan hal-hal yang demikian, melainkan Tuhan kagum dengan iman yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Yesus mengagumi iman yang besar dari perwira ini.
Perwira itu mempunyai hati yang penuh belas-kasihan terhadap hambanya yang sakit, dan juga seorang yang rendah hati. (ayat 8) – “aku tidak layak menerima tuan di rumahku..” Ia merasa tidak layak untuk menerima Yesus di rumahnya. Namun demikian, ia menunjukkan imannya yang besar dengan berkata bahwa “....katakan saja sepatah kata maka hambaku itu akan sembuh.” Ia bandingkan dirinya sebagai perwira yang punya otoritas besar terhadap bawahannya. Perwira itu bukan saja percaya kepada Yesus tetapi juga percaya akan kuasa Firman Tuhan. Ia yakin bahwa ucapan Yesus cukup untuk menyembuhkan hambanya. Firman Tuhan adalah Firman Iman yang mampu mengadakan mujizat. (Roma 10:8).
Kejadian 1:2 adalah peristiwa dimana Iblis dijatuhkan ke bumi dan kegelapan menutupi bumi. Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Tetapi ketika Firman disampaikan maka jadilah terang. (Kej 1:3). Ketika Roh Allah dan Firman bersatu maka kegelapan dihalaukan. Firman dan Roh Kudus bekerja bersama-sama untuk menolong kita.
Iman dalam menghadapi dosa. Lukas 7:37,38,41-50. Dalam perikop ini diceritakan tentang seorang wanita tunasusila yang datang ke rumah seorang Farisi yang mengundang Yesus makan. Perempuan itu menghampiri dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya. Kemudian ia mengurapi Yesus dengan minyak wangi yang mahal. Perempuan ini mempunyai masa lalu yang gelap, tetapi ia tahu bahwa yang sanggup membebaskan manusia dari dosa hanyalah Yesus. Orang-orang menghalanginya tetapi ia tetap datang kepada Yesus dan menunjukkan kasihnya dengan menyembah dan mempersembahkan minyak wangi yang mahal harganya. Yesus berkata : "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" Wanita ini menerima pengampunan bukan karena persembahannya tetapi karena imannya bahwa hanya Yesus yang sanggup menghapuskan dosa.
Iman dalam menghapi kuasa iblis. Matius 15:22-28 menceritakan tentang seorang wanita Kanaan yang datang kepada Yesus karena anaknya kerasukan setan dan sangat menderita. Setan tidak pernah membawa kita kepada kebahagiaan. Setan bisa memberikan kekayaan tetapi tidak bisa memberikan kebahagiaan. Orang bisa kaya karena korupsi, karena harta warisan nenek moyang, karena jabatan dan kedudukan, dll, tetapi belum tentu memiliki kebahagiaan. Iblis pernah menawarkan seluruh dunia ini dan kemegahannya kepada Yesus asalkan Yesus menyembahnya. (Matius 4:9). Murid-murid Yesus menghalang-halangi perempuan itu, tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Kita perlu iman yang tidak gampang menyerah. Dalam Matius 15:26, wanita itu disamakan dengan anjing tetapi ia tidak tersinggung sama sekali. Iman bekerja atau akan kelihatan mutunya saat masalah datang. Wanita itu malah berkata : "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Yesus heran dan berkata : "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Dewasa ini masalah kita semakin besar tetapi kalau kita mempunyai iman besar maka kita akan menang.
Iman dalam menghadapi maut atau kematian. Lukas 23:39-43. Seorang penyamun yang disalibkan di samping Yesus berkata : "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Tetapi seorang lain menegornya dan berkata bahwa Yesus tidak bersalah. Tidak ada orang yang menyampaikan Injil kepada orang ini, tetapi ternyata ia memperhatikan sikap Yesus ketika ia disalibkan. Sehingga kepada orang itu Yesus berkata “..sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Artinya orang itu mendapatkan keselamatan. Pilihan selalu ada pada kita. Saat-saat yang kritis dalam hidup ini milikilah iman. Iman sanggup menyelamatkan kita dari bahaya maut sekalipun.
Iman dalam menghadapi badai hidup. Matius 14:22-33. Ketika perahu murid-murid dihantam angin sakal, Yesus datang dan berjalan di atas air. Murid-murid berpikir bahwa itu hantu, tetapi Yesus berkata “Tenanglah, ini aku jangan takut”. Petrus yang peka akan suara Yesus meminta supaya ia bisa datang kepada Yesus. Tidak semua orang peka akan suara Yesus ketika masalah atau gelombang hidup menerpa. Yesus merespon dan berkata : “Datanglah”. Dalam pergumulan dan tekanan hidup di situ ada Yesus. Ada banyak orang berjalan tertatih-tatih dalam menghadapi badai kehidupan. Tetapi kalau engkau berjalan di dalam iman kepada Yesus, jangan berhenti, sebab Tuhan pasti menolong kita.
Iman dalam ketidaknyamanan. Lukas 19:1-10. Pada perikop ini kita melihat seorang kepala pajak yang tidak tenang dalam hidupnya. Waktu itu profesi pemungut pajak sangat dibenci orang. Harta atau jabatan bukan jaminan untuk bahagia. Zakheus ingin bertemu Yesus. Karena tubuhnya pendek, ia naik ke pohon supaya bisa melihat Yesus. Ia tanggalkan harga dirinya hanya untuk bertemu Yesus. Karena tindakan itu Yesus singgah di rumahnya. Yesus berkata "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.” Keluarga Zakheus dilawat Tuhan karena tindakan iman Zakheus yang tidak tahu malu supaya menerima keselamatan dan ketentraman hidup.
Mungkin anda mengalami kelumpuhan jasmani atau kelumpuhan rohani, atau sedang mengalami pergumulan hidup, hadapilah dengan iman. Iman selalu membawa kita kepada keberhasilan. Haleluyah.




