Yesus Menegakkan yang Bungkuk
- Rabu, 09 November 2011 21:55
- | Oleh Pdt. Dr. M.D. Wakkary (Ketua Umum PGPI)
Lukas 13:10-17 Dalam perikop ini kita membaca, Yesus menyembuhkan seorang wanita yang bungkuk oleh roh Iblis selama 18 tahun. Wanita ini tentu sangat menderita dalam hidupnya. Satu jam saja kita bungkuk badan terasa pegal, apalagi wanita ini bungkuknya sudah 18 tahun. Tetapi menarik sebab wanita ini hadir dalam kebaktian yang diadakan Yesus. Berarti wanita ini percaya kepada Yesus, menerima FirmanNya yang menimbulkan iman.
Ada beberapa penyebab orang menjadi bungkuk. Pertama, karena sakit/penyakit. Orang tua biasanya bungkuk karena osteoporosis. Tulang belakang keropos dan tidak mampu menahan tubuhnya. Sebagian lagi karena penyakit kanker menyerang tulang belakangnya sehingga tubuhnya bungkuk, dlsb.
Kedua, bungkuk karena beban hidup. Masalah yang terlalu berat dalam keluarga atau dalam pekerjaan bisa mengakibatkan hidup terasa sakit bungkuk. Saya mengenal satu keluarga hamba Tuhan yang memiliki seorang anak laki-laki yang ganteng. Tetapi setelah anaknya besar dan kuliah di Jakarta, ia menjadi pecandu narkoba. Ia membuat banyak masalah dan keonaran di keluarga. Orangtua dan jemaat sudah berdoa buat anak ini. Sampai suatu kali sakit keras karena penyakit kanker. Sudah ratusan juta habis untuk biaya perobatannya. Kebetulan saya di Jakarta dan diminta orangtuanya untuk mendoakannya. Dua minggu kemudian anak itu dipanggil Tuhan. Setelah anak itu diangkat Tuhan, keluarga itu bagaikan bebas dari beban hidup yang berat. Satu orang anak yang berulah menjadi beban berat yang membungkukkan seluruh keluarga.
Ketiga, bungkuk karena kesibukan atau bisnis. Orang banyak mengejar jabatan dan untung, tetapi setelah mendapat yang diinginkannya menjadi jarang bertemu dengan keluarga. Hari-harinya penuh dengan kesibukan, untuk karir, untuk mencari uang. Kesibukannya menyebabkan dia bungkuk.
Keempat, bungkuk karena dirasuk Iblis, seperti wanita dalam perikop di atas. Ada roh jahat masuk ke dalam tubuhnya, menjadi penyakit, merusakkan organ-organ tertentu dalam tubuhnya sehingga bungkuk.
Mata orang yang bungkuk biasanya lebih banyak mengarah ke tanah. Orang Kristen yang bungkuk rohani lebih banyak melihat ke dunia dan jarang melihat ke surga. Jadi, bisa saja kita tidak bungkuk secara fisik tetapi mungkin bungkuk secara rohani, artinya lebih banyak memikirkan perkara dan kekuatiran dunia.
Yesus sangat peduli kepada orang bungkuk :
1. Yesus melihat. Lukas 13: 12 – “....Yesus melihat perempuan itu..” Yesus melihat dan mengetahui keadaan kita. Waktu kita menderita, Yesus tahu penderitaan kita. Namun wanita itu dilihat Yesus karena ia hadir dalam ibadah. Mata Tuhan selalu tertuju kepada orang yang selalu mencari Tuhan. Karena itu, kalau dalam percobaan banyaklah beribadah dan berdoa. Sebab Yesus melihat hati yang mencari Tuhan.
2. Yesus memanggil dan menyatakan kesembuhan. Ayat 12 – “Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Kalau Yesus memanggil, maka Tuhan memberikan Firman. Firman Tuhan selalu menyembuhkan, menyelamatkan dan memulihkan. Tuhan selalu membangkitkan semangat dan gairah hidup kita. Karena itu kita perlu selalu mendengar suara Tuhan. Setiap Firman Tuhan adalah pesan Tuhan yang spesial bagi hidup kita.
3. Yesus menjamah. Ayat 13 “Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu”. Banyak cara Yesus menyembuhkan orang banyak. Tetapi yang lebih banyak dilakukan adalah meletakkan tangan pada orang sakit. Kita selalu ingin dijamah dan ditolong Tuhan. Setiap waktu kita membutuhkan jamahan Tuhan, menolong dan menguatkan kita. Tuhan tahu wanita itu menderita selama 18 tahun dan saat itu adalah waktunya Tuhan menjamah dan menyembuhkannnya.
4. Yesus menyembuhkan/memulihkan. Ayat 13 – “immediately she was made straight”, artinya setelah dijamah, tubuhnya segera menjadi tegak kembali. Setelah 18 tahun bungkuk, waktu Tuhan jamah, tubuhnya menjadi tegak lurus. Ini mujizat Tuhan. Kita perlu mujizat Tuhan setiap hari. Mujizat bukan hanya waktu sakit keras atau masalah berat, tetapi setiap hari. Karena itu setiap hari, setiap pagi, minta belas kasihan dan mujizat Tuhan terjadi dalam hidup kita.
Ketika perempuan itu sembuh, ia memuliakan Allah. Segala pertolongan Tuhan yang kita terima harus disambut dengan kemuliaan bagi Tuhan.
Orang-orang Farisi yang melihat mujizat kesembuhan itu protes. Pertanyaan mereka : kenapa perempuan itu disembuhkan, bahkan tepat pada hari Sabat? Namun, Yesus menjawabnya dengan menyatakan mengapa Ia peduli dan mau menyembuhkan wanita bungkuk itu.
Lukas 13:16 – “Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
Yesus peduli kepada wanita itu sebab ia adalah keturunan Abraham. Galatia 3:8-9. Keturunan Abraham adalah keturunan yang diberkati Tuhan. Tetapi bukan karena kita orang Israel tetapi karena kita orang percaya. Abraham adalah bapa segala orang percaya. Karena kita adalah keturunan atau anak-anak Abraham maka kita berhak menerima berkat janji-janji Tuhan kepada Abraham, yaitu janji berkat, janji keselamatan, janji kemakmuran, janji kesembuhan, dll.
Siapa lagi yang disebut keturunan Abraham? Galatia 3:29. Kalau kita milik Kristus, percaya kepada Kristus, maka kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Tuhan. Kita berhak menerima berkat keberhasilan di sekolah, di pekerjaan, di bisnis, dan juga dalam keluarga. Jadi tidak salah kalau kita hidup penuh berkat di dunia ini. Di bumi ini kita menerima berkat sama seperti Abraham diberkati luar biasa dalam hidupnya.
Pengkhotbah 9:9. Nikmatilah hidup di dunia ini bersama Tuhan. Banyak orang menerima banyak berkat tetapi tidak dinikmati. Uangnya dibelikan emas, atau menjadi deposito. Nikmatilah istri yang kau kasihi. Sekali-sekali ajak keluargamu untuk makan di restoran. Ini perintah Tuhan bagi kita. Hidup ini harus dinikmati. Jangan kecilkan berkat Tuhan dengan gaya hidup miskin.
Mungkin hari-hari ini Anda bungkuk karena kesibukan, karena penyakit, karena percobaan berat, tetapi hari ini mintalah jamahan Tuhan supaya anda menang dan tegak kembali. Tuhan memberkati!




